Selasa, 12 Juni 2012

Makalah Bentuk Obat Supositoria, Ektral, Salep dan Spray (farmakologi)


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Obat tersedia dalam berbagai bentuk atau preparat. Bentuk obat menentukan rute obat. Misalnya, kapsul diberikan peroral dan larutan diberikan per intravena. Komposisi obat dibuat untuk meningkatkan absorpsi dan metabolisme didalam tubuh.
 Banyak obat tersedia dalam beberapa bentuk misalnya, suppositoria, spray, salep, ekstrak dll.Salep merupakan bentuk dari obat luar untuk mengobati penyakit yang berhubungan dengan sensitifitas kulit seperti panu. Kurap, gatal-gatalakibat bakteri. Spray merupakan bentuk obat yang disemprot atau dihisap kedalam saluran pernafasan dan paru-paru. Bentuk ini terutama digunakan untuk sakit pilek, batuk dan asma. Obat ini dirancang khusus agar reaksinya cepat dan mudah atau praktis untuk digunakan. Ekstrak merupakan bentuk obat yang berasal dari alam berupa tanaman obat, binatang maupun minereal (phapros). Ekstrak adalah sediaan kering / cair dibuat untuk mencapai simplisia nabati / hewani menurut cara yang cocok diluar pengaruh cahaya matahari langsung. Salah satu obat ekstrak yaitu obat tradisional. Suposituria Merupakan salah satu obat yang berbentuk padat.Pemberian obat suppositoria ini bertujuan untuk mendapatkan efek terapi obat menjadi lunak pada daerah feses atau merangsang buang air besar. pemberian obat suppositoria ini dapat diberikan pada pasien yang mengalami pandarahan rektal.
B.      Rumusan Masalah
1.              Apa yang di maksud dengan Obat Supositoria, Spray, Ekstrak dan salep?
2.              Bagaimana bentuk dan contoh dari Obat Supositoria, Spray, Ekstrak dan salep?


C.     Tujuan
1.      Tujuan Umum
penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk obat Supositoria,Spray,Ektrak, dan Salep.
2.      Tujuan Khusus
untuk memahami bentuk-bentuk obat, contoh Supositoria,Spray,
Ektrak, dan Salep sesuai dengan fungsinya.

D.  Sistematika Penulisan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I  : PEMBAHASAN
A.    Latar Belakang
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan
D.    Sistematika Penulisan
BAB II  : PEMBAHASAN
A.    Definisi Obat Suppositoria
1        Supositoria Rektal
2        Supositoria Vaginal
B.     Definisi Obat Spray
C.     Definisi Obat Ekstrak
D.    Definisi Obat Salep
BAB III : PENUTUP
A.  Kesimpulan
B.  Saran    


BAB II
PEMBAHASAN


A.    Definisi Obat Supositoria
Suppositoria adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dalam bentuk, yang diberikan melalui rectal,vaginal. Bentuk dan ukurannya harus sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam lubang atau celah yang diinginkan tanpa meninggalkan kejanggalan begitu masuk, har us dapat bertahan untuk suatu waktu tertentu (Ansel,2005).

Penggolongan suppositoria berdasarkan tempat pemberiannya dibagi menjadi:
1.      Suppositoria rectal                :          suppositoria rectal untuk dewasa berbentuk suppo1.jpgberbentuk lonjong pada satu atau kedua ujungnya dan biasanya berbobot lebih kurang
2 g.

Suppositoria untuk rektum umumnya dimasukkan dengan jari tangan. Biasanya suppositoria rektum panjangnya ± 32 mm (1,5 inchi), dan berbentuk silinder dan kedua ujungnya tajam. Bentuk suppositoria rektum antara lain bentuk peluru,torpedo atau jari-jari kecil, tergantung kepada bobot jenis bahan obat dan basis yang digunakan. Beratnya menurut USP sebesar 2 g untuk yang menggunakan basis oleum cacao ( Ansel,2005 ).
            Contoh                        :
1. Nama Generik         : superhoid suppo
    Nama Pabrik           : PT Triman Bandung Indonesia
    Golongan                : K
    Komposisi               : Benzokain…………………………..1,0%
                                      ZnO…………………………………2%
                                    Alukol ……………………………….0,25%
Indikasi           : Sebagai Pereda nyeri wasir dalam dan luar, pelunakan
  feces.
            Kontra Indikasi: hipersensitif thd obat di atas
            Dosis               : 1 kali dlm semalam
            Efek samping  : dermatitis kontak

2.       Suppositoria vaginal : umumnya berbentuk bulat atau bulat telur dan berbobot lebih kurang 5,0 g dibuat dari zat pembawa yang larut dalam air atau yang dapat bercampur dalam air seperti polietilen glikol atau gelatin tergliserinasi. Suppositoria ini biasa dibuat sebagai “pessarium” .(Ansel, 2005).
Contoh                        :
1.      Nama Generik       : Nystatin
Nama Paten           : Nystatin
Nama Pabrik         : Pharos
Golongan              : K
Golongan Obat     : Anti jamur
Komposisi             : Nystatin Ovula………………… 100.000 U
Indikasi                 : Candidosis Vagina
Kontra Indikasi     : Pasien yang hypersensitive terhadap nystatin
Dosis                     : Dewasa         1-2 ovula saat malam
Efek samping        : gangguan gastrointestinal(mual,muntah,diare).

Penggunaan suppositoria bertujuan :
1. Untuk tujuan lokal seperti pada pengobatan wasir atau hemoroid dan penyakit infeksi lainnya. Suppositoria untuk tujuan sistemik karena dapat diserap oleh membran mukosa dalam rektum.
2. Untuk memperoleh kerja awal yang lebih cepat
3. Untuk menghindari perusakan obat oleh enzim di dalam saluran gastrointestinal dan perubahan obat secara biokimia di dalam hati ( Syamsuni, 2005 )

Keuntungan penggunaan suppositoria antara lain:
1. Dapat menghindari terjadinya iritasi pada lambung
2. Baik bagi pasien yang mudah muntah
3. Bentuknya seperti terpedo mengunt sadarungkan karena suppositoria akan tertarik masuk dengan sendirinya bila bagian yang besar masuk melalui otot penutup dubur (Anief, 2005; Syamsuni, 2005).

Faktor-faktor yang mempengaruhi absorbsi obat per rektal:
1. Faktor fisiologis
antara lain pelepasan obat dari basis atau bahan dasar, difusi obat melalui mukosa, detoksifikasi atau metanolisme, distribusi di cairan jaringan dan terjadinya ikatan protein di dalam darah atau cairan jaringan.

2. Faktor fisika kimia obat dan basis
antara lain  kelarutan obat, kadar obat dalam basis, ukuran partikel dan basis supositoria ( Syamsuni, 2005).
Bahan dasar yang digunakan untuk membuat suppositoria harus dapat larut dalam air atau meleleh pada suhu tubuh. Bahan dasar yang biasa digunakan adalah lemak cokelat (oleum cacao), polietilenglikol (PEG), lemak tengkawang (oleum shorae) atau gelatin (Syamsuni, 2005).

 Sifat ideal bahan dasar/ basis yang digunakan antara lain:
1. Tidak mengiritasi
2. Mudah dibersihkan
3. Tidak meninggalkan bekas
4. Stabil
5. Tidak tergantung PH
6. Dapat bercampur dengan banyak obat
7. Secara terapi netral
8. Memiliki daya sebar yang baik/ mudah dioleskan( Sulaiman dan
    Kuswahyuning,2008 ).
B.  aerosol.pngDefinisi Obat Spray
       Spray adalah sistem koloidal yang terdiri dari zat cair yang terbagi sangat halus sekali dalam gas
Keunggulan sediaan Spray :
1. Obat mudah dipakai, hanya dengan menekan
    tombol
2. Obat tidak terkontaminasi dengan bahan asing
    atau rusak karena kelembaban
    udara, karena wadah tertutup rapi dengan katup   
    yang rapat
3. Sterilitas obat dapat dipertahankan
4. Pemberian lebih mudah karena cukup dipakai
    sebagai lapisan tipis dan tidak memerlukan
    alat/kapas untuk dioleskan pada kulit
5. Rasa dingin pada kulit sebagai efek cairan-gas

Contoh bentuk obat spray: 
1.      Brikasma Inhaler
Pabrik                    :Astrazeneka
Golongan             
Komposisi            ;tiap 1 dosis / semprot mengandung terbulin sulfat 0,25mg
Indikasi                 : Bronkhitis

2.              Flixotide
Pabrik                    :Glaxowellcome
Golongan              K
            Komposisi            ;tiap 1 dosis / semprot mengandung Proplonat 50mcg
Indikasi                         :   Profilaksis Asma

C.  Definisi Obat Ekstrak 
obat herbal paru paru ekstrak alam.jpegEkstrak merupakan bentuk obat yang berasal dari alam berupatanaman obat, binatang maupun minereal (phapros). Ekstrak adalah sediaankering / cair dibuat untuk mencapai simplisia nabati / hewani menurut cara yang cocok diluar pengaruh cahaya matahari langsung.

Salah satu obatekstrak yaitu obat tradisional.Obat tradisional yaitu bahan ramuan yang berupa bahan tumbuhan bahan hewan, mineral, sediaan (galenik) atau campuran dari bahan tersebutyang secara turun-temurun yang telah digunakan untuk pengobatan berdasatkan pengalaman (menurut undang-undang no 23 tahun 1992 tentang kesehatan).
 Contoh :
1.              Nama                      : Sari Kurma Al-zazira
Nama Pabrik          : CV Amal Mulia Sejahtera
Komposisi              : Sari kurma dan madu murni(lebah habbatu sauda)
Indikasi                                   : gangguan gastric, masalah sembelit, kurangnya anti bodi.
Dosis                       : di minum 1-2 sendok setiap hari
Obat ini bekerja sesuai bahan yang dimilikinya dan reaksinyaterhadap protein-protein tubuh untuk memberikan efek penyembuhan padadaerah yang diinginkan dan bekerja spesifik pada zat-zat tertentu dengankandungan alami alam.







D.  Definisi Salep
Salep merupakan bentuk dari obat luar untuk mengobati penyakityang berhubungan dengan sensitifitas kulit seperti panu. Kurap, gatal-gatalakibat bakteri. obat luar dapat diartikan obat yang pemakaiannya tidak melalui mulut, kerongkongan kearah lambung, obatluar biasanya menggunakan etiket berwarna biru.Salep digunakan haya pada kulit dan selaput lendir, oleh karena itureaksi obatnya hanya pada daerah luar dengan memberikan reaksi kimia pada daerah kulit dan selaput-selaput lendir dan mampu untuk menurunkanreaksi peradangan yang terjadi dengan anti histamine
Fungsi Salep
  • Sebagai bahan pembawa substansi obat untuk pengobatan kulit.
  • Sebagai bahan pelumas pada kulit.
  • Sebagai pelindung untuk kulit yaitu mencegah kontak permukaan kulit dengan larutan berair dan rangsang kulit.

Kualitas dasar salep
  • Stabil, selama masih dipakai dalam masa pengobatan. Maka salep harus bebas dari inkompatibilitas, stabil pada suhu kamar dan kelembaban yang ada dalam kamar.
  • Lunak, yaitu semua zat dalam keadaan halus dan seluruh produk menjadi lunak dan homogen, sebab salep digunakan untuk kulit yang teriritasi, inflamasi dan ekskoriasi.
  • Mudah dipakai, umumnya salep tipe emulsi adalah yang palintg mudah dipakai dan dihilangkan dari kulit.
  • Dasar salep yang cocok adalah dasar salep yang kompatibel secara fisika dan kimia dengan obat yang dikandungnya.
  • Terdistribusi secara merata, obat harus terdistribusi merata melalui dasar salep padat atau cair pada pengobatan.




Penggolongan dasar salep
  • Dasar salep berminyak (berbentuk salep kental)
salep_kulit_88.jpgContohnya :
1.      Nama   Paten   : Salep 88
Nama Pabrik   : Meccaya,Bekasi-Indonesia
Komposisi       : Acidum Salicycum……………………………….60mg
                          Acidum Benzoicum……………………………..65mg
                          Sulfur Praecifitatum…………………………….60mg
                          Camphora………………………………………..30mg
                          Mentholum………………………………………25mg
                          Vaselin Album Ad……………………………..1.000mg
Golongan        : Bebas Terbatas
Indikasi           : Panu,kadas,kurap,kudis dan kutu air
Kontra Indikasi : Hipersensitif terhadap komposisi di atas
Dosis               : 1-3 kali sehari, di bersihkan dan di keringkan terlebih
  Dahulu





  • Dasar salep absorpsi (berbentuk cream)
Contohnya  Mycoral, Pi kang shuang
1.      Nama Generik             : Ketoconazole
Nama Paten                 : Mycoral
Nama Pabrik               : PT Kalbe Farma
Golongan                    : K
Komposisi                   :  Ketoconazole………………………..2%
Indikasi                       : Kerusakan jaringan kulit luar(kurap,absis,kadas)
Kontra indikasi           : hipersensitif terhadap Ketoconazole
Dosis                           : 1-3 kali sehari setelah mandi




















BAB III
PENUTUP


A.  Kesimpulan
Suppositoria adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dalam bentuk, yang diberikan melalui rectal,vaginal. Salep merupakan bentuk dari obat luar untuk mengobati penyakityang berhubungan dengan sensitifitas kulit terdapat 2 jenis salep berminyak dan absorbsi. Ekstrak merupakan bentuk obat yang berasal dari alam berupatanaman obat, binatang maupun minereal (phapros). Spray adalah sistem koloidal yang terdiri dari zat cair yang terbagi sangat halus sekali dalam gas.       


B.  Saran
Untuk para pembaca khususnya mahasiswa keperawatan, Alangkah lebih baik jika dalam pemberian obat kepada pasien itu sesuai dengan prosedur dan tata cara yang benar.








DAFTAR PUSTAKA

Katzung, Bertram G.1995.Farmakologi Dasar dan Klinik Edisi 6,EGC:Jakarta
Kee dan Hayes.1994.Farmakologi. Pendekatan Proses Keperawatan,EGC
     :Jakarta(www.google_book.com,19-05-2012)

Ramdani,Dani.2000.Penggolongan Dasar Obat.EGC : Jakarta

Rahayuni,Sri.2010.Bentuk-Bentuk Obat.http://www.scribd.com(20-05-2012)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar